Tinggalan budaya di wilayah Ciaruteun ditemukan pada abad ke-19 M, masa Hindia Belanda. Tinggalan tersebut berupa prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara. Hal tersebut memicu adanya penelitian lanjutan terhadap potensi tinggalan budaya lainnya yang ada di wilayah Ciaruteun. Pada tahun 1968-1971, ekskavasi mulai dilakukan oleh para peneliti (tim arkeologi). Hasil ekskavasi tersebut adalah penemuan Situs Batu Dakon Ciaruteun Ilir, yang diduga berasal dari masa prasejarah.